Wisata Quran, Experiential Marketing Khas Syaamil Quran

Pada era kompetisi yang makin ketat ini, keberhasilan menciptakan persepsi positif di benak konsumen merupakan faktor penting dalam kesuksesan produk atau merek, bahkan mungkin lebih penting daripada keunggulan teknologi. Keunggulan kompetitif dalam fungsi teknis produk adalah penting, tetapi akhirnya yang menentukan produk dapat berhasil di pasar adalah konsumen. Bagaimana menciptakan nilai emosional di produk atau merek dan menimbulkan rasa kepemilikan kepada merek tersebut sehingga konsumen bersedia menyisihkan share of walletnya ( dana ) untuk membeli produk kita adalah kunci keberhasilan merek di pasar.

Kuncinya adalah bagaimana perusahaan bisa menciptakan excellent experience dengan membuat produk bisa dirasakan konsumen, atau bahkan konsumen bisa terlibat dan merasakan langsung bagaiman proses produksinya. Selama ini pelanggan hanya melihat iklan dan kemasan produk, tetapi tidak bisa merasakan proses pembuatan produknya. Jadi, mau tidak mau cara seperti ini harus ditempuh para produsen sehingga tercipta buzz of word.

Namun kini, kita memasuki era experiential economy, produk harus mampu membangkitkan sensasi dan pengalaman yang akan menjadi basis loyalitas pelanggan.

 

Experiential Marketing
Experiential sendiri berasal dari kata experience yang berarti sebuah pengalaman. Definisi experience menurut Schmitt (1999:60):

“Experiences are private events that occur in response to some stimulation.”

Definisinya pengalaman merupakan peristiwa-peristiwa pribadi yang terjadi dikarenakan adanya stimulus tertentu.

Experiental merupakan suatu metode pemasaran yang relatif baru, dan sudah mulai diterapkan sebagaian perusahaan untuk menciptakan keterikatan produk dengan konsumen.

Menurut Bernd H. Schmitt How to Get Customers to Sense, Feel, Think, Act, and Relate to Your Company and Brands Schmitt (1999), yang intinya menyatakan bahwa esensi dari konsep experiential marketing adalah pemasaran dan manajemen yang didorong oleh pengalaman.

Pemilihan pendekatan yang tepat serta konsep aktivasi yang unik dipastikan akan sanggup menciptakan experiential marketing campaign, yang berefek pada bonding dan viral.

Nah, ada hal menarik dari penerapan experiental marketing yang dilakukan Syaamil Quran.
Syaamil Quran membuat program yang diberi nama Wisata Quran.
Sekilas tentang Wisata Quran
Bandung sejak dulu dikenal sebagai gudangnya destinasi wisata kuliner dan wisata belanja. Kini Bandung kembali menyuguhkan satu destinasi wisata baru yaitu Wisata Quran.
Wisata Quran adalah salah satu destinasi wisata kebanggan kota kembang, kehadirannya langsung mendapat banyak pujian di kalangan masyarakat, termasuk dari Kang Ridwan Kamil Walikota Bandung. Program wisata religi ini diinisiasi oleh Syaamil Quran, sebuah penerbit dan percetakan Al-Quran terbesar di Indonesia.
Destinasi Wisata Quran ini diresmikan langsung oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil pada tanggal 5 Oktober 2013 di Pameran Buku Bandung, yang diadakan di Gedung Landmark-Braga.
Pengalaman untuk bisa melihat, memegang, merasakan langsung proses kreatif pembuatan Al Quran serta berinteraksi dengan karyawan-karyawannya yang kreatif adalah pengalaman tak terlupakan yang ditawarkan Syaamil Quran kepada para konsumen yang menjadi peserta wisata quran.
Tujuan utama dari wisata ini adalah mengenalkan (meng-edukasi) konsumen bagaiman proses pembuatan Al-Quran, mulai dari penyusunan naskah, layout, desain cover, proses quality control hingga proses produksi serta adab dan kehalalan bahan baku nya.
Proses Kegiatan Wisata Quran
Pertama, peserta akan diperkenalkan tentang sejarah Syaamil Quran, bagaimana Syaamil berusaha memenuhi kebutuhan Al-Quran di masyarakat, dengan menciptakan produk sesuai segmentasi dan keperluan untuk memudahkan masyarakat memahami Al-Quran, sesuai tagline-nya “Bersama Syaamil Quran, belajar dan memahami Al-Quran jadi mudah dan menyenangkan”
Kedua, peserta diajak mengunjungi ruang kreatif tempat Al-Quran ini dibuat. Di ruangan kreatif ini, kita akan bertemu dengan orang-orang luar biasa, sebagian ada yang sedang me-layout naskah Al-Quran, memeriksa khat/tulisan Al-Quran dan ada pula proses pembuatan gambar-gambar kartun untuk nantinya akan dibuat menjadi buku-buku cerita islami. Di ruangan ini kita bebas menanyai siapapun jika ada hal yang kurang dimengerti. Oh iya, bagi yang suka menggambar, kita diperbolehkan untuk mencoba pen tablet yang biasa mereka gunakan lho.
Ketiga, peserta dibawa melihat wall of fame yang berisi kegitan-kegiatan Syaamil Quran, menurut tim pemandu, adat istiadat setiap kunjungan adalah siapapun yang berkunjung wajib berfoto di wall of fame ini. Di wall of fame ini kita bisa melihat ternyata Meida Sefira pernah menjadi Brand Ambassador Syaamil Quran dan ternyata Syaamil Quran telah menjadi sponsor program Hafiz Indonesia RCTI 3 tahun berturut-turut.
Keempat, masuklah kita ke tempat produksi. Disini saya melihat bagaimana lembar demi lembar naskah Al-Quran ini dicetak dengan tiga mesin besar 4 warna yang mempunyai kecepatan 9000 lembar per jam. Dalam setiap stepnya, selalu dilakukan kehati-hatian, para petugas selalu mengecek setiap 1000 lembar memastikan warna dan cetakannya rapi dan sesuai. Di area pabrik ini juga kita bias melihat tulisan yang terpampang besar berisi adab-adab yang harus dipatuhi oleh karyawan yang bertugas, seperti dengan berwudhu terlebih dahulu sebelum masuk area kerja.
Pengalaman berinteraksi dengan Al Quran inilah yang ditawarkan Syaamil Quran kepada konsumen. Betapa begitu berbeda nya perlakuan pencetakan Al Quran dengan pencetakan produk lainnya, bagaimana adab-adab nya, kehalalan bahan baku nya dan budaya perusahaan yang ketat.
Perusahaan penerbitan dan percetakan mungkin banyak di Indonesia, tapi perusahaan penerbitan dan percetakan Al Quran yang secara terbuka mempersilakan setiap orang untuk leluasa melihat proses kreatif, produksi dan berinteraksi langsung dengan karyawannya mungkin hanya satu-satunya di Indonesia.
Nah, sekali lagi pemilihan pendekatan yang tepat serta konsep aktivasi yang unik dipastikan akan sanggup menciptakan experiential marketing campaign tak terlupakan dibenak konsumen yang berefek pada bonding dan viral.
Bagaimana dengan anda .., sudah ber wisata Quran ?